Thursday, March 13, 2014

Tafsir Surat Al-Baqoroh Ayat 26


A. Surat Al-Baqoroh Ayat 26


لاَ يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ[1]

B. Mufrodat [2]

لاَ يَسْتَحْيِي = Tidak malu / tadak segan

أَنْ يَضْرِبَ = Bahwa Menjadikan

مَثَلًا = Perumpamaan

بَعُوضَةً = Nyamuk

فَوْقَ [3]( اي غيره) = Diatas / selain ( bisa lebih desa/lebih kecil)

فَيَعْلَمُونَ = Maka Mengetahui Mereka

الْحَقُّ = benar

مَاذَا = Mengapa

أَرَادَ = Menghendaki

يُضِلّ = Menyesatkan

كَثِيرًا = Kebanyakan

وَيَهْدِي = Menunjukan

الْفَاسِقِينَ = Orang-Orang Yang Sama Fasik

C. Arti Dan Penjelasan

1. Artinya :

Sesungguhnya Allah Tiada Segan Membuat Perumpamaan Berupa Nyamuk Atau Selain Nyamuk. ( Baik Yang Lebih Besar Atau Lebih Kecil). Adapun Orang-Orang Yang Beriman, Maka Mereka Yakin Bahwa Perumpamaan Itu Benar Dari Rabb Mereka, Tetapi Bagi Mereka Yang Kafir Mengatakan: "Apakah Maksud Allah Menjadikan Ini Untuk Perumpamaan?." Dengan Perumpamaan Itu Banyak Orang Yang Disesatkan Allah ( Orang Kafir[4] ), Dan Dengan Perumpamaan Itu (Pula) Banyak Orang Yang Diberi-Nya Petunjuk ( Orang Iman[5] ). Dan Tidak Ada Yang Disesatkan Allah Kecuali Orang-Orang Yang Fasik.

2. Penjelasannya

Di Dalam Ayat Ini Terdapat Kalimat {فَمَا فَوْقَهَا} . Mengenai Penggalan Ayat Ini Ada Dua Pendapat. Salah Satunya Menyatakan: “ Artinya Yang Lebih Kecil Dan Hina,” Sebagaimana Jika Ada Orang Yang Di Sifati Dengan Tabi`At Keji Dan Kikir. Maka Orang Yang Mendengarkannya Pasti Yang Mendengarkannya Mengatakan: “Benar,ia lebih dari itu” ( apa yang di sifatkan). Ini merupakan pendapat al-Kisai dan Abu ubaid yang berdasarkan berikut ini :.[6]

لَوْ أَنَّ الدُّنْيَا تَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بعوضة لما سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

Artinya;

Seandainya dunia dan seisinya ini menurut alloh seberat sayapnya nyamuk maka orang kafir tidak akan di beri minum oleh Alloh seteguk pun[7]

Pendapat yang kedua menyatakan : “Artinya yang lebih besar darinya,” karena tidak ada yang lebih hina dan kecil dari pada nyamuk. Ini merupakan pendapat Qotadah dan menjadi pilihan Ibnu Jarir. Penjelasan ini diperkuat di dalam hadist muslim yang di riwayatkan oleh Aisah, bahwa Rosululloh pernah bersabda :


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فما فوقها إلا كتب لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ

Artinya;

Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih besar darinya kecuali dicatat baginya satu derajat dan dihapus darinya satu dosa.[8]

Sebagian ulama salaf menuturkan; “jika aku mendengar perumpamaan di dalam Al Quran, lalu aku tidak memahaminya maka aku akan menangisi diriku[9]. Karna Alloh SWT telah berfirman :

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُون

Artinya;

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.[10]

Kemudian didalam tafsirnya, As-suddi meriwayatkan dari Ibnu Abbas,ibnu mas`ut dan beberapa shohabat Rasululloh SAW bahwa yang di maksun dengan kalimat يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا adalah orang-orang munafik dan orang kafir. Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا yaitu orang-orang yang beriman.[11]

Dan di kalimat yang terakir dalam ayat ini ada lafad {الفاسقين}. Secara etimologi fasik (orang fasik) berarti, orang yang keluar dari ketaatan. Orang arab biasa menyebut dengan isi kurma yamg keluar dari kulitnya. Oleh karena itu tikus jiga disebut dengan binatang fasik, karna selalu keluar dari pesembunyiannya untuk melakukan perusakan[12]. Diriwayatkan dalam kitab Shahikhaini, dari aisah Nabi bersabda:

خَمْسٌ فَوَاسِقُ، يُقْتَلْنَ فِي الحَرَمِ: الفَأْرَةُ، وَالعَقْرَبُ، وَالحُدَيَّا، وَالغُرَابُ، وَالكَلْبُ العَقُور

ُ Artinya;

Ada lima jenis binatang Fasik yang boleh di bunuh, baik di tanah halal maupun ditanah haram, yaitu burung gagak burung elang, kalajengking, tikus, dan anjing gila.[13]

Dengan demikian orang, fasik di sini mencakup orang kafir, munafik dan bahkan orang yang durhaka. Dan yang di maksud orang fasik di dalam ayat ini adalah orang kafir,[14] Wallohu a`lam, dengan diperkuat dalil bahwa alloh SWT mensifati mereka melalui firman-Nya,

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Artinya;

Orang-orang yang melanggar Perjanjian Allah sesudah Perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka Itulah orang-orang yang rugi.[15]

D. Asbabun Nuzul

Didalam ayat ini cukup banyak Riwayat yang menerangkan tentang Azbabunnuzulnya. Kami mengambil satu riwayat yang cukup termashur di kalangan ahli tafsir yang di riwayatkan oleh Qotadah :

عَنْ قَتَادَةَ: لَمَّا ذَكَرَ اللَّهُ الْعَنْكَبُوتَ وَالذُّبَابَ، قَالَ الْمُشْرِكُونَ: مَا بَالُ الْعَنْكَبُوتِ وَالذُّبَابِ يُذْكَرَانِ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى هَذِهِ الْآيَةَ {إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا}

Artinya;

Ketika Allah SWT menyebutkan laba-laba ( di surat Al haji 73) dan lalat ( di surat Al ankabut ayat 41 ), orang-orang musrik sama bertanya : “ Untuk apa lalat dan laba-laba disebutkan didalam Al qur`an? Kemudian alloh menurunkan Surat Al baqoroh ayat 26 ini[16]

Dengan penjelasan tersebut berarti surat Al Baqoro Ayat 26 masih berhubungan dengan Firman alloh di dalam surat Al haji 73.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Secara singkat Ayat itu menjelaskan betapa bodohnya berhala-berhala mereka, karena walupun semua berhala-berhala itu dikumpulkan, untuk menciptakan sebuah lalat saja meraka tidak bisa.

Dan juga masih berhubungan dengan Firman alloh di dalam surat Al ankabut ayat 41.

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Secara singkat Ayat ini menjelaskan perumpamaan orang-orang yang mengambil kekasih selain Alloh itu sebagai mana laba-laba yang membuat sarang rumah. Padahal rumah yang paling hina itu adalah rumahnya laba-laba.

Dengan penjelasan di atas, Allah memberi tahukan pada kita umatnya. Bahwa Dia tidak pernah menganggap remeh sesuatu apapun yang telah dijadikan-NYA sebagai perumpamaan, meskipun hal yang hina dan kecil seperti nyamuk. Dia pun tidak segan untuk membuat perumpamaan dengan nyamuk tersebut, sebagai mana Dia telah membuat perumpamaan dengan lalat dan laba-laba.

E. Hikmah dan Kesimpulan

Hikmah yang dapat kita ambil dari ayat ini antar lain sebagai berikut :

1. Sebagai hamba Alloh yang beriman sudah seharusnya dan sepantasnya kita meyakini dan percaya. Ketika di Dalam Al Quran Terdapat Ayat perumpamaan yang menjelaskan tentang Ciptaan Allah. Sesuai dengan firmannya :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ

Artinya;

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.[17]

Selain dari pada itu memang Allah Sang Maha pencipta. Yang menciptakan segala sesuatu yang ada di langit maupun di bumi. Sesuai dengan firmannya :

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ

Artinya;

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.[18]

Kita tidak boleh meremehkan dan menghina terhadap semua ciptaan Allah. Karna kalau sampai kita meremehkan dan menghina terhadap ayat-ayat Allah dan Ciptaan Alloh. Maka kita akan menjadi orang-orang yang fasik sebagaima Mereka orang-orang Kafir dan orang munafik. Naudzubillahi min dzalik. Sesuai dengan firmannya:

وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Dan termasuk taqwanya hati, apabila kita sebagai orang iman bisa mengagungkan, mempercayai dan meyakini terhadap semua ayat dan tanda kekeuasaan Alloh. Termasuk Ayat- ayat Al Quran dalam surat Al Baqoroh Ayat 26 ini. Sesuai dengan sabdanya :

مَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Artinya;

Barang siapa yang mengagungkan terhadap tanda-tanda kekuasaan Alloh. Maka sesungguhnya itu termasuk takwanya hati.

2. Kita supaya memperbanyak bersyukur, karna hingga saat ini Alloh masih memberikan hidayahnya. Prakteknya yaitu hingga saat ini kita masih bisa menikmati manisnya keimanan dengan dinul islam. Kerena dengan bersyukur, maka Allah akan Ridho dan menambah nikmatnya. Sesuai dengan sabdanya :


لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيد

Artinya;

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".[19]

Adapun wujud rasa syukurnya kita kepada Sang Kholik, menurut Ulama Salaf antar lain:

a. Memperbanyak Taqorrub ilalloh



إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ[20]

b. Memperbanyak berdoa. Antara lain :

يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى الإيمان [21]


اللهُمَّ اجعَل لِي نُوراً فِي قَلبِي واجعَل لِي نُوراً فِي سَمعِي، واجَعل لِي نُوراً فِي بَصرِي واجَعل لِي نُوراً عَن يَمينِي ونُوراً عَن شِمالِي وَاجْعَلْ لِي نُوراً مِن بَين يَدي ونُوراً مِن خَلفِي وزِدنِي نُوراً وزِدنِي نُوراً وزِدنِي نُورا



F. Puisi

Allah Lah

Engkaulah Dzat yang pembuat perumpamaan. . .

Engkaulah Dzat yang mununjukkan. . . .

Engkaulah Dzat yang menyesatkan. . .

Aku memahami. . .

Orang beriman pasti mempercayaiMU…

Dan aku pun juga mengerti. . .

Orang kafir pasti meremehkanMU…

Allah. . .allah. . .Allah. . .

Kamilah Orang-orang beriman yang setulus hati percaya dan meyakinimu.. .


Keterangan :

Azbabunnuzul ayat ini masih berhubungan dengan surat Al Hajj ayat 73 dan surat Al Ankabuut ayat 41 :

Ketika alloh menurunkan ayat orang m ber : apa keutamaan sampe2 di bahas dalam al q. kemudian allom. Tiadak hanya laba2 dan lalat, alloh menciptakan yang lebih kecil dari itu ja bisa

[33] Diwaktu turunnya surat yang di dalamnya Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, Sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan turunnya surat Al Ankabuut ayat 41 yang di dalamnya Tuhan menggambarkan Kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

[34] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.


وَقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَر، ضَرْبِ الْمَثَلِ بِالذُّبَابِ وَالْعَنْكَبُوتِ فِي قَوْلِهِ: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ} [الْحَجِّ: 73] ، وَقَالَ: {مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ} [الْعَنْكَبُوتِ: 41] وَقَالَ تَعَالَى: {أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ * تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ * وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الأرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ * يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ} [إِبْرَاهِيمَ: 24-27] ، وَقَالَ تَعَالَى: {ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا عَبْدًا مَمْلُوكًا لَا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ [وَمَنْ رَزَقْنَاهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا] (5) } الْآيَةَ [النَّحْلِ: 75] ، ثُمَّ قَالَ: {وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَى مَوْلاهُ


قال السدي: لَمَّا ضَرَبَ اللَّهُ هَذَيْنِ الْمَثَلَيْنِ لِلْمُنَافِقِينَ يَعْنِي قَوْلِهِ تَعَالَى {مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَاراً} ، وقوله: {أَوْ كَصَيِّبٍ من السماء} الْآيَاتِ الثَّلَاثِ قَالَ الْمُنَافِقُونَ: اللَّهُ أَعْلَى وَأَجَلُّ مِنْ أَنْ يَضْرِبَ هَذِهِ الْأَمْثَالَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ هذه الآية إلى قوله تعالى: {هُمُ الخاسرون} (ذكره السدي في تفسيره عن ابن عبا وابن مسعود) وقال قتادة: لما ذكر الله تعالى الْعَنْكَبُوتَ وَالذُّبَابَ قَالَ الْمُشْرِكُونَ: مَا بَالُ الْعَنْكَبُوتِ والذباب يذكران؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ: {إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يضرب مثلا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا} أي أن الله لايستحي من الحق إن يذكر شيئا مما قلَّ أَوْ كَثُر، وَإِنَّ اللَّهَ حِينَ ذَكَرَ في كتابه الذباب العنكبوت قَالَ أَهْلُ الضَّلَالَةِ: مَا أَرَادَ اللَّهُ مِنْ ذِكْرِ هَذَا؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ: {إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا} .

وَمَعْنَى الْآيَةِ أَنَّهُ تَعَالَى أَخْبَرَ أَنَّهُ لَا يَسْتَحْيِي أَيْ لَا يَسْتَنْكِفُ، وَقِيلَ: لَا يَخْشَى أن يضرب مثلا ما، أيَ مثلٍ كَانَ بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ صَغِيرًا كان أو كبيراً و (ما) ههنا لِلتَّقْلِيلِ، وَتَكُونُ بَعُوضَةً مَنْصُوبَةً عَلَى الْبَدَلِ، كَمَا تَقُولُ: لأضربنَّ ضَرْبًا مَا، فَيَصْدُقُ بِأَدْنَى شَيْءٍ أو تكون (ما) نكرة موصوفة ببعوضة، وَيَجُوزُ أَنْ تَكُونَ بَعُوضَةً مَنْصُوبَةً بِحَذْفِ الْجَارِّ، وَتَقْدِيرُ الْكَلَامِ: «إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَيْنَ بَعُوضَةٍ إِلَى مَا فوقها» وهذا الذي اختاره الكسائي والفراء.

فَأَخْبَرَ أَنَّهُ لَا يَسْتَصْغِرُ شَيْئًا يَضْرِبُ بِهِ مَثَلًا وَلَوْ كَانَ فِي الْحَقَارَةِ وَالصِّغَرِ كَالْبَعُوضَةِ، فكما لا يَسْتَنْكِفْ عَنْ خَلْقِهَا كَذَلِكَ لَا يَسْتَنْكِفُ مِنْ ضرب المثل بها، كما ضرب المثل بالذباب والعنكبوت في قوله: {إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُواْ ذُبَاباً وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئاً لاَّ يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ والمطلوب}

[ص:46] وَقَالَ: {مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتاً، وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ العنكبوت لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ} وَقَالَ تَعَالَى: {ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً عَبْداً مَّمْلُوكاً لاَّ يَقْدِرُ على شَيْءٌ} الآية، ثم قال: {ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً رَّجُلَيْنِ أَحَدُهُمَآ أَبْكَمُ لاَ يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَى مَوْلاهُ، أَيْنَمَا يُوَجِّههُّ لاَ يَأْتِ بِخَيْرٍ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ من يأمر بالعدل} ؟ الآية. وَقَالَ: {وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَآ إِلاَّ العالمون} وَفِي الْقُرْآنِ أَمْثَالٌ كَثِيرَةٌ.

، قال قتادة: {أَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ فَيَعْلَمُونَ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَبِّهِمْ} أَيْ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ كَلَامُ الرَّحْمَنِ وَأَنَّهُ مِنْ عند الله. وقال أبو العالية: {فأما لذين آمَنُواْ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ} يَعْنِي هَذَا الْمَثَلُ، {وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ الله بهذا مَثَلاً} كما قال تعالى: {وَلاَ يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلاً كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِي مَن يَشَآءُ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ ربك إلى هو} ، وكذلك قال ههنا: وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الفاسقين
} .


قال ابن عباس: يضل به كثيرا يعني به (المنافقين) ويهدي به كثيرا يعني به (المؤمنين) فيزيد هؤلاء ضلالة إلى ضلالتهم، لِتَكْذِيبِهِمْ بِمَا قَدْ عَلِمُوهُ حَقًّا يَقِينًا مِنَ المثل الذي ضربه الله، ويهدي به يعني المثل كَثِيرًا مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ وَالتَّصْدِيقِ فَيَزِيدُهُمْ هُدًى إلى هداهم وإيماناً إلى إيمانهم، ، قال أبو العالية: هم أهل النفاق، وقال مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ {وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الفاسقين} قال: يَعْرِفُهُ الْكَافِرُونَ فَيَكْفُرُونَ بِهِ. وَقَالَ قَتَادَةُ {وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِينَ} فَسَقُوا فَأَضَلَّهُمُ اللَّهُ على فسقهم.

والفاسقُ فِي اللُّغَةِ: هُوَ الْخَارِجُ عَنِ الطَّاعَةِ. تقول الْعَرَبُ: فَسَقَتِ الرَّطْبَةُ إِذَا خَرَجَتْ مِنْ قِشْرَتِهَا، وَلِهَذَا يُقَالُ لِلْفَأْرَةِ (فُوَيْسِقَةٌ) لِخُرُوجِهَا عَنْ جُحْرِهَا لِلْفَسَادِ. وَثَبَتَ فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "خَمْسُ فَوَاسَقَ يُقْتَلْنَ فِي الْحِلِّ وَالْحَرَمِ: الغرابُ والحدأةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْفَأْرَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ" فَالْفَاسِقُ يَشْمَلُ الْكَافِرَ وَالْعَاصِيَ، وَلَكِنَّ فِسْقَ الْكَافِرِ أَشَدُّ وَأَفْحَشُ، والمراد به مِنَ الْآيَةِ الفاسقُ الْكَافِرُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ، بِدَلِيلِ أنه وصفهم بقوله تَعَالَى: {الَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ} ، وَهَذِهِ الصِّفَاتُ صِفَاتُ الْكُفَّارِ الْمُبَايِنَةُ لِصِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ، كما قال تَعَالَى: {أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى؟ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلاَ يَنقُضُونَ الْمِيثَاقَ} الْآيَاتِ، إِلَى أَنْ قَالَ: {وَالَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سوء الدار} وَقَدِ اخْتَلَفَ أَهْلُ التَّفْسِيرِ فِي مَعْنَى الْعَهْدِ الَّذِي وُصِفَ هَؤُلَاءِ الْفَاسِقِينَ بِنَقْضِهِ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ وَصِيَّةُ اللَّهِ إِلَى خَلْقِهِ وَأَمْرِهِ إِيَّاهُمْ بِمَا أَمَرَهُمْ بِهِ مِنْ طَاعَتِهِ، وَنَهْيِهِ إِيَّاهُمْ عَمَّا نَهَاهُمْ عَنْهُ مِنْ مَعْصِيَتِهِ فِي كُتُبِهِ وَعَلَى لِسَانِ رُسُلِهِ، ونقضُهم ذَلِكَ هُوَ تَرْكُهُمُ الْعَمَلَ بِهِ.

وَقَالَ آخَرُونَ: بَلْ هِيَ فِي كُفَّارِ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُنَافِقِينَ مِنْهُمْ، وَعَهْدُ اللَّهِ الَّذِي نَقَضُوهُ هُوَ مَا أَخَذَهُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ فِي التَّوْرَاةِ مِنَ الْعَمَلِ بِمَا فِيهَا وَاتِّبَاعِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بُعِثَ، وَالتَّصْدِيقِ بِهِ وَبِمَا جَاءَ بِهِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِمْ، وَنَقْضُهُمْ ذَلِكَ هُوَ جُحُودُهُمْ بِهِ بَعْدَ مَعْرِفَتِهِمْ بِحَقِيقَتِهِ وَإِنْكَارِهِمْ ذَلِكَ، وَكِتْمَانِهِمْ عِلْمَ ذَلِكَ عن الناس، وهذا اختيار ابن جرير رحمه الله وهو قول مُقَاتِلِ بْنِ حَيَّانَ. [ص:47]

وَقَالَ آخَرُونَ: بَلْ عَنَى بِهَذِهِ الْآيَةِ جَمِيعَ أَهْلِ الْكُفْرِ وَالشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ، وعهدُه جَمِيعِهِمْ فِي تَوْحِيدِهِ مَا وَضَعَ لَهُمْ مِنَ الأدلة عَلَى رُبُوبِيَّتِهِ، وَعَهْدُهُ إِلَيْهِمْ فِي أَمْرِهِ وَنَهْيِهِ مَا احْتَجَّ بِهِ لِرُسُلِهِ مِنَ الْمُعْجِزَاتِ الَّتِي لَا يَقْدِرُ أَحَدٌ مِنَ النَّاسِ غَيْرُهُمْ أَنْ يأتي بمثله، الشاهد لَهُمْ عَلَى صِدْقِهِمْ. قَالُوا: وَنَقْضُهُمْ ذَلِكَ تَرْكُهُمُ الإقرار بما قد تبينت لَهُمْ صِحَّتُهُ بِالْأَدِلَّةِ وَتَكْذِيبُهُمُ الرُّسُلَ وَالْكُتُبَ مَعَ عِلْمِهِمْ أَنَّ مَا أَتَوْا بِهِ حَقٌّ. وَرُوِيَ عن مقاتل بن حيان أيضا نَحْوَ هَذَا وَهُوَ حَسَنٌ وَإِلَيْهِ مَالَ الزَّمَخْشَرِيُّ. فَإِنَّهُ قَالَ: (فَإِنْ قُلْتَ) فَمَا الْمُرَادُ بِعَهْدِ اللَّهِ؟ قُلْتُ مَا رَكَّزَ فِي عُقُولِهِمْ مِنَ الحجة على التوحد كَأَنَّهُ أَمْرٌ وَصَّاهُمْ بِهِ ووثَّقه عَلَيْهِمْ، وَهُوَ معنى قَوْلِهِ تَعَالَى: {وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى} ، إذ أخذ الميثاق عليهم من الكتب المنزلة عليهم كقوله: {أوفوا بعهدي أوفِ بِعَهْدِكُمْ} وقال آخرون: العهد الذي ذكر تَعَالَى هُوَ الْعَهْدُ الَّذِي أَخَذَهُ عَلَيْهِمْ حِينَ أَخْرَجَهُمْ مِنْ صُلْبِ آدَمَ الَّذِي وَصَفَ فِي قوله: {وإذا أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ ألستُ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شهدنا} الآيتين. وَنَقْضُهُمْ ذَلِكَ تَرْكُهُمُ الْوَفَاءَ بِهِ وَهَكَذَا رُوِيَ عَنْ مُقَاتِلِ بْنِ حَيَّانَ أَيْضًا. حَكَى هَذِهِ الأقوال ابن جرير في تفسيره وَقَالَ السُّدِّيُّ فِي تَفْسِيرِهِ بِإِسْنَادِهِ قَوْلَهُ تَعَالَى: {الَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ} قال: ما عهد إليهم من الْقُرْآنِ فَأَقَرُّوا بِهِ ثُمَّ كَفَرُوا فَنَقَضُوهُ.

وَقَوْلُهُ: {وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ} قِيلَ: الْمُرَادُ بِهِ صِلَةُ الْأَرْحَامِ وَالْقَرَابَاتُ كَمَا فسهر قَتَادَةُ، كَقَوْلِهِ تَعَالَى: {فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُواْ فِي الأرض وتقطعوا أرحامكم} وَرَجَّحَهُ ابْنُ جَرِيرٍ. وَقِيلَ: الْمُرَادُ أَعَمُّ مِنْ ذَلِكَ، فَكُلُّ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِوَصْلِهِ وَفِعْلِهِ فقطعوه وتركوه. وقال مقاتل: {أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ} قَالَ فِي الْآخِرَةِ، وَهَذَا كَمَا قَالَ تَعَالَى: {أُولَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سوء الدار} وقال ابْنِ عَبَّاسٍ: كُلُّ شَيْءٍ نَسَبَهُ اللَّهُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِ الْإِسْلَامِ مِنَ اسْمٍ، مِثْلِ خَاسِرٍ، فَإِنَّمَا يَعْنِي بِهِ الْكُفْرَ. وَمَا نَسَبَهُ إِلَى أَهْلِ الْإِسْلَامِ فَإِنَّمَا يَعْنِي بِهِ الذَّنْبَ. وَقَالَ ابن جرير في قوله تعالى: {أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ} : الْخَاسِرُونَ جَمْعُ خَاسِرٍ وَهُمُ الناقصون أنفسهم حُظُوظَهُمْ بِمَعْصِيَتِهِمُ اللَّهَ مِنْ رَحْمَتِهِ كَمَا يَخْسَرُ الرَّجُلُ فِي تِجَارَتِهِ، بِأَنْ يُوضَعَ مِنْ رَأْسِ ماله في بيعه، وكذلك المنافق والكافر خَسِرَ بِحِرْمَانِ اللَّهِ إِيَّاهُ رَحْمَتَهُ الَّتِي خَلَقَهَا لِعِبَادِهِ فِي الْقِيَامَةِ أَحْوَجَ مَا كَانُوا إِلَى رحمته.




[1] Al Qur`anul Karim DEPAG

[2] Kamus bahasa arab Al Munawwir

[3] Tafsr jalalain jus 1

[4] Tafsr jalalain jus 1 hal 6

[5] Tafsr Jalalain Jus 1 Hal 6

[6] Tafsir Ibnu Katsir Jus 1 Hal 163

[7] Sunan At tirmidzi jus 4 hal 232

[8] Shohih Muslim jus 4 hal 36

[9] Tafsir Ibnu Katsir Jus 1 Hal 165

[10] Surat Al ankabut ayat 43

[11] Tafsir Ibnu Katsir Jus 1 Hal 165

[12] Tafsir Ibnu Katsir Jus 1 Hal 166

[13] Shohih Bukhari Jus 4 Hal 1829 Dan Shohih Muslim Jus 2 Hal 68

[14] Tafsir Ibnu Katsir Jus 1 Hal 166

[15] Surat Al Baqoroh Ayat 27

[16] Tafsir Ibnu Katsir Jus 1 Hal 163

[17] Surat Al haji ayat 73

[18] Surat Al Baqoroh ayat 284

[19] Surat Ibrohim Ayat 7

[20] Surat Al anfal ayat 2

[21] Sunan At Tirmidzi jus 4 hal 484

Atikel Terkait

Tafsir Surat Al-Baqoroh Ayat 26
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan video di atas? Silakan berlangganan gratis via email